Pendampingan Iman Keluarga, Kemenag Ende Bekali Orangtua Calon Baptisan
Ende (Kemenag) --- Kementerian Agama Kabupaten Ende terus memperkuat peran pembinaan keagamaan keluarga melalui pendampingan iman yang berdampak langsung di tengah umat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembekalan orangtua calon penerima sakramen baptis yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Katolik Kemenag Ende, Marsianus Tonda, di Gereja Paroki St. Martinus Roworeke, Rabu (4/2/2026).
Sebanyak 26 pasang orangtua Katolik mengikuti kegiatan pendampingan tersebut sebagai bagian dari persiapan penerimaan sakramen baptis bagi anak. Kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya Kementerian Agama dalam memperkuat fondasi pendidikan iman sejak lingkungan keluarga sebagai basis pembentukan karakter religius.
Dalam materi pembinaan, penyuluh menekankan peran sentral orangtua sebagai pendidik pertama dan utama dalam pendidikan iman yang berkelanjutan. Orangtua memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari melalui keteladanan, doa, kasih, dan penghayatan iman yang konsisten di dalam keluarga.
Pendampingan ini juga menegaskan pemahaman keluarga sebagai Ecclesia Domestica atau gereja mini, yang memiliki tugas pokok membina dan menumbuhkan iman anak sejak dini. Melalui keluarga, anak pertama kali mengenal nilai keagamaan sebagai dasar dalam membentuk sikap dan perilaku hidup.
Pastor Paroki St. Martinus Roworeke, Martinianus Dominggus B. Nuka, dalam sapaan awalnya turut menegaskan bahwa tanggung jawab orangtua tidak berhenti pada penerimaan sakramen baptis, melainkan berlanjut dalam proses pendampingan iman anak hingga dewasa. Ia menekankan pentingnya sinergi antara keluarga dan paroki dalam membangun fondasi iman yang kokoh.
Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan partisipatif, diawali dengan doa bersama, penyampaian materi, serta diskusi dan berbagi pengalaman orangtua dalam mendidik anak secara Katolik. Forum tersebut menjadi ruang refleksi bersama terhadap tantangan dan harapan dalam membangun kehidupan iman keluarga.
Di akhir kegiatan, penyuluh menegaskan bahwa meskipun proses mendidik iman anak tidak selalu mudah, orangtua tetap menjadi teladan utama dan sumber iman hidup bagi anak-anak mereka. Melalui pendampingan ini, Kemenag Kabupaten Ende berharap pembinaan iman keluarga semakin kuat sehingga mampu melahirkan generasi beriman, berkarakter, dan berakar pada nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.***
Pewarta: Yhano Servas
Foto: Marsianus Tonda
Editor: Kurniadi