Aksi Nyata Ekoteologi, Pramuka MTs Negeri 2 Lembata Hijaukan Kota Lewoleba
MTsN 2 Lembata (Kemenag) --- Komitmen terhadap pelestarian lingkungan diwujudkan melalui kolaborasi Gudep 06.001/06.002 MTs Negeri 2 Lembata dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lembata dalam aksi penanaman 360 tanaman bougenvil di median jalan raya Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan penghijauan tersebut berlangsung dalam suasana gotong royong dan penuh antusiasme. Kepala MTs Negeri 2 Lembata, Ramlah Budiman, selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka Mabigus), hadir langsung bersama para pembina Pramuka dan 30 anggota Pramuka. Jajaran DLH Kabupaten Lembata turut terlibat dalam proses teknis penanaman.
Sebanyak 360 bibit bougenvil ditanam secara berjajar di sepanjang median jalan sebagai upaya memperindah tata kota sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan estetika ruang publik, tetapi juga menjadi wujud keterlibatan aktif madrasah dalam gerakan pelestarian lingkungan.
Kepala MTs Negeri 2 Lembata menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata pendidikan berbasis nilai. Menurutnya, aksi penghijauan ini selaras dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya penguatan ekoteologi.
Ia menyampaikan bahwa madrasah memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam pengembangan akademik peserta didik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan kesadaran spiritual-ekologis. Nilai tanggung jawab manusia terhadap kelestarian ciptaan Tuhan diterjemahkan melalui aksi nyata berupa kepedulian terhadap lingkungan dan ruang publik.
Sementara itu, Ketua Gudep 06.001/06.002 MTs Negeri 2 Lembata, Zulkefli Tambe, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana pengamalan nilai-nilai kepramukaan, khususnya Dasa Dharma Pramuka tentang cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Ia menilai kegiatan kepramukaan merupakan medium strategis dalam membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian sosial dan lingkungan. Aksi penanaman bougenvil ini menjadi pembelajaran kontekstual bagi peserta didik tentang pentingnya konservasi, kolaborasi, dan keberlanjutan.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Lembata, Rasyid Abd. Jalal, yang menyampaikan terima kasih atas partisipasi aktif pihak madrasah dalam mendukung program lingkungan hidup daerah.
Ia menjelaskan bahwa bougenvil dipilih karena memiliki nilai estetika tinggi, tahan terhadap panas, serta relatif mudah dalam perawatan. Secara ekologis, tanaman tersebut berkontribusi dalam penyerapan karbon dioksida dan pengurangan debu serta polusi udara di kawasan perkotaan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2026 dengan tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)”. Kolaborasi antara madrasah dan pemerintah daerah ini menjadi contoh sinergi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, MTs Negeri 2 Lembata menegaskan perannya sebagai agen perubahan sosial yang tidak hanya mencetak peserta didik unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian ekologis dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.***
Pewarta : Tim Humas
Foto : Zul
Editor : Kurniadi