Kemenag Manggarai Kawal Program Makan Bergizi Gratis melalui Akselerasi Sertifikasi Halal SPPG
Ruteng (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai mengambil langkah proaktif dalam mendukung visi besar pemerintah pusat terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam sebuah pertemuan strategis yang digelar hari ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai, Pontius Mudin, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Sertifikasi Halal bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Manggarai.
Kehadiran Pontius didampingi oleh Plt. Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Febrianti Evriani Riwu, serta Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Abdullah. Sinergi jajaran pimpinan ini menegaskan bahwa sertifikasi halal bukan sekadar urusan administratif, melainkan fondasi utama dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bumi Congka Sae.
Dalam sambutannya yang sarat akan pesan substansial, Pontius Mudin menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah pilar masa depan anak-anak bangsa. Program ini menyasar siswa di semua tingkatan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK, dengan harapan besar pada peningkatan kesehatan, kecerdasan, dan prestasi belajar.
Namun, Pontius memberikan catatan kritis: gizi tinggi tidaklah cukup jika tidak disertai dengan aspek spiritual dan keamanan konsumsi.
"Program MBG adalah harapan kita untuk mencetak generasi emas. Namun, keberhasilannya tidak hanya diukur dari ketersediaan makanan yang bergizi saja. Kepercayaan masyarakat dan keberkahan bagi para siswa terletak pada jaminan bahwa makanan tersebut halal, aman, dan berkualitas," tegas Pontius Mudin di hadapan para peserta sosialisasi.
Memahami kekhawatiran para pelaku usaha mengenai prosedur sertifikasi, Pontius menegaskan bahwa Kemenag Manggarai tidak akan membiarkan para penyedia layanan berjalan sendirian. Ia menekankan peran strategis kantornya dalam memberikan edukasi dan kemudahan akses bagi para pelaku usaha penyedia program MBG.
"Kami menyadari bahwa proses sertifikasi halal mungkin terasa rumit dan memakan waktu bagi sebagian orang. Namun, kami yakin dengan kerjasama dan komitmen yang kuat, tantangan tersebut dapat kita lalui. Kami siap memberikan pendampingan, sosialisasi, hingga pelatihan teknis agar persyaratan halal dapat dipenuhi dengan cepat dan tepat," tambahnya.
Langkah konkret yang akan diambil adalah melakukan koordinasi intensif dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan lembaga terkait lainnya guna memfasilitasi percepatan proses sertifikasi bagi pelaku usaha di Kabupaten Manggarai.
Selain kepada pelaku usaha, pesan kuat juga dialamatkan kepada pihak sekolah. Pontius menghimbau agar Kepala Sekolah dan guru berperan sebagai agen sosialisasi. Harapannya, kesadaran akan produk halal tidak hanya berhenti di dapur penyedia makanan, tetapi meresap hingga ke pemahaman siswa dan orang tua.
"Kesadaran akan pentingnya produk halal harus kita bangun sebagai kultur di masyarakat. Jika sekolah dan penyedia gizi sudah satu suara, maka jaminan kesehatan dan keberkahan bagi anak didik kita akan benar-benar terwujud," pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi para pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kasta dan kualitas produk mereka. Dengan menyandang sertifikat halal, para penyedia jasa katering dan pengelola SPPG di Kabupaten Manggarai tidak hanya berkontribusi pada program nasional, tetapi juga memperkuat daya saing usaha mereka secara profesional di masa depan.
Acara sosialisasi ini ditutup dengan foto bersama dan sesi diskusi teknis yang dipandu oleh jajaran Seksi Bimas Islam, sebagai langkah awal pemetaan SPPG yang akan segera diproses sertifikasinya dalam waktu dekat. ***
Pewarta dan Fotografer : Rian
Editor : Thuniek