Hentakan Kaki Tarian Sason, Pikat Seluruh Penonton
Larantuka (Inmas) - Dua tahun berturut-turut, Panitia HAB tingkat Kabupaten Flores Timur menyelenggarakan perlombaan Tarian Daerah Flores Timur” Sason” yang saat ini sedang digemari oleh masyarakat Flores Timur untuk memeriahkan HAB di Flores Timur.
Pada HAB ke-69 tahun lalu, Tari Sason yang dilombakan mengikut sertakan sekolah-sekolah umum tingkat SMA di Kota Larantuka, namun dalam rangka HAB ke-70 tahun 2015, Panitia HAB dalah hal ini seksi perlombaan mengikutt sertakan peserta dari Madrasah Alyah dan Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) se Kabupaten Flores Timur.
Dengan terselenggaranya perlombaan Sason, maka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur menjadi instansi yang pertama menyelenggarakan perlombaan Tari Sason yang kaya akan pesan-pesan kerukunan dalam setiap syairnya tersebut.
Sason yang gerakannya berpusat pada hentakan kaki, dipertontokan para peserta lomba Sason, sejenak menghantarkan para penonton untuk bergembira ria dan bersuka cita atas kemenangan dan hasil panenan yang berlimpah sesuai asal usul tarian tersebut.
Para peserta berhasil mempertontonkan keahlian mereka sesuai gerak asli sason yang terdiri dari 10 ragam gerakan tersebut. Dengan durasi waktu yang cukup para peserta berhasil menghibur para penonton dan hadirin dengan puasnya.
Hal tersebut mendatangkan tanggapan positif dari para pejabat, para Kepala Sekolah/Madrasah, para guru dan ASN serta para dewan yuri yang bertugas pada dua perlombaan tersebut yakni Lomba Pidato Lerukunan dalam Bahasa Inggris dan Lomba Tari Sason. Mereka mengapresiasi dan memberikan pujian atas apa yang dilakukan oleh Panitia HAB Kementerian Agama Kab. Flores Timur yang telah membidik kegiatan Perlombaan dengan tema kerukunan yang melibatkan para siswa/i atau generasi muda.
“Khusus untuk tarian Sason, saya sangat bangga dengan lomba ini. karena jujur tarian dengan penuh makna tersebut diperankan oleh para pelajar yang akan memegang peranan dalam mempertahankan budaya Lamaholot Flores Timur dan perannya dalam menjaga dan memelihara kerukunan di daerah ini.” Ungkap seorang Yuri yang bertugas sebagai dewan yuri Lomba Pidato berbahasa inggris tentang kerukunan.
Empat satuan pendidikan tingka Madrasah Aliyah dan SMAK se Kabupaten Flores Timur tampil dalam lombat tarian Sason yakni : SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka, SMAK Sta. Maria Imaculata Baniona, MAS Sagu dan MAN Wawerang.
Masing-masing sekolah menampilkan tarian yang bagus dengan bersumber pada ragam gerakan aslinya, mereka menari dengan penuh kesungguhan meresapi makna dari syair-syair lagu yang diperdengarkan.
Kesungguhan dan partisipasi mereka bermuara pada satu tujuan yakni mewujudkan masyarakat flores timur yang rukun dan damai. ***(by.peter/ed.jose)