Tepuk Sakinah, Program Berdampak Binwin Ditjen Bimas Islam Kemenag RI
Tepuk Sakinah adalah yel-yel edukatif yang diciptakan Kemenag untuk membantu calon pengantin (catin) mudah menghafal lima pilar keluarga sakinah, sehingga mampu membangun rumah tangga yang kuat dan menurunkan angka perceraian. Yel-yel ini viral karena formatnya yang unik, menggabungkan gerakan tepuk tangan dan syair sederhana yang mudah diingat, serta berhasil menghidupkan suasana bimbingan perkawinan agar tidak monoton.
Apa itu Tepuk Sakinah?
· Yel-yel Edukatif:
Tepuk Sakinah adalah sebuah yel-yel yang dikembangkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) sebagai bagian dari program Bimbingan Perkawinan (Bimwin).
· Tujuan:
Tujuannya adalah untuk memudahkan calon pengantin menghafal dan memahami lima pilar utama dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah (keluarga yang damai, penuh cinta, dan penuh kasih sayang).
Bagaimana Dampaknya?
· Mempermudah Pemahaman:
Dengan format tepukan tangan dan syair sederhana yang mirip lagu anak-anak, yel-yel ini membuat pesan-pesan pernikahan lebih mudah diingat dan dipahami catin.
· Menghidupkan Suasana Bimbingan:
Tepuk Sakinah berfungsi sebagai ice breaking dan metode yang lebih kreatif dan interaktif dalam bimbingan perkawinan, membuat suasana pelatihan menjadi lebih hidup dan tidak kaku.
· Meningkatkan Kesiapan Catin:
Melalui penyampaian pilar-pilar keluarga sakinah yang lebih menarik, Kemenag berharap catin akan lebih siap lahir dan batin dalam membangun rumah tangga.
· Mendukung Kualitas Keluarga:
Inovasi ini merupakan salah satu upaya Kemenag untuk mempersiapkan keluarga yang kuat dan pada akhirnya dapat menurunkan angka perceraian serta meningkatkan kualitas rumah tangga di Indonesia.
Lima Pilar Keluarga Sakinah yang Terkandung dalam Tepuk Sakinah:
1. Zawaj (Berpasangan): Konsep pernikahan yang sah dan tercatat.
2. Mitsaqan Ghalidzan (Janji Kokoh): Janji suci pernikahan yang harus dijaga dan dipegang teguh.
3. Mu'asyarah Bil Ma'ruf (Saling Berbuat Baik): Interaksi yang dilandasi cinta, hormat, saling menjaga, dan berbuat baik satu sama lain.
4. Musyawarah: Pentingnya musyawarah atau diskusi dalam menyelesaikan masalah rumah tangga.
5. Taradhin (Saling Rela dan Menyenangkan): Saling menerima, merelakan, dan menjaga kerelaan hati dalam rumah tangga.
Lirik Tepuk Sakinah (nada seperti Tepuk Kalau Kau Suka Hati)
Berpasangan, berpasangan, berpasangan (tepuk 3x)
Janji kokoh, janji kokoh, janji kokoh (tepuk 3x)
Saling cinta, saling hormat, saling jaga, saling ridho
Musyawarah untuk Sakinah.
(kembali ke awal). (*)
Penulis : Hj. Aida Chomsah Binti KH. Moechammad Djani Al Hajar, S.PdI., M.Ag (Staf Tim Kerja Penerangan Agama Islam, Bidang Haji dan Bimas Islam Kanwil Kemenag NTT).
Sumber rujukan : Website Ditjen Bimas islam Kemenag RI