Gerhana Bulan dalam Pandangan Sains dan Pandangan Islam
Secara sains, gerhana bulan adalah fenomena ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi menutupi sebagian atau seluruh permukaan Bulan. Cahaya Matahari yang biasanya memantul dari Bulan terhalang oleh Bumi. Karena atmosfer Bumi menyaring cahaya biru, cahaya yang mencapai Bulan saat gerhana total akan tampak kemerahan, sehingga sering disebut sebagai "Bulan Darah".
Para pengamat langit di seluruh dunia telah menyaksikan Bulan Darah yang memukau - sebuah fenomena yang terjadi ketika Bulan melewati bayangan Bumi, dengan rona merah tua . Pemandangan memukau ini dapat disaksikan secara keseluruhan di beberapa negara di seluruh dunia.
Proses Terjadinya Gerhana Bulan
1. Posisi Benda Langit:
Gerhana bulan terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus.
2. Bayangan Bumi:
Cahaya Matahari yang seharusnya menyinari Bulan terhalang oleh Bumi.
3. Jenis Bayangan:
Umbra: Bayangan inti yang paling gelap.
Penumbra: Bayangan kabur di sekitar umbra.
4. Dampak Atmosfer:
Saat gerhana bulan total, cahaya Matahari yang tersisa mencapai Bulan melalui atmosfer Bumi. Partikel-partikel di atmosfer menyaring cahaya biru, sehingga hanya cahaya merah dan oranye yang diteruskan, membuat Bulan terlihat kemerahan.
Pandangan Islam
Dalam pandangan Islam, gerhana bulan dianggap sebagai tanda kebesaran Allah. Dalam Al-Qur'an, gerhana bulan disebut sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah (Surah Al- Qiyamah, 75:6-9), dan dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW, gerhana bulan dipandang sebagai pelajaran alam bagi umat manusia.
Hadits baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam di atas menunjukkan kepada kita bahwa gerhana bukanlah sekedar fenomena alam biasa. Gerhana merupakan fenomena alam yang memang Allah kehendaki sebagai salah satu ayat (tanda) kebesaran-Nya.
Saat terjadi gerhana bulan, Rasulullah ? menganjurkan kita untuk memperbanyak amal kebaikan, di antaranya: ? Salat gerhana (Khusuf) ? Bersedekah. ? Memperbanyak doa & istighfar.
Apa yang harus kita lakukan saat terjadi gerhana dalam Islam?
Salat gerhana bulan dilakukan dalam dua rakaat (satuan salat dalam Islam). Salat ini merupakan ritual yang dapat didengar; artinya dianjurkan untuk membacakannya dengan suara keras . Para ulama mengatakan bahwa umat Islam dapat mengulang dua rakaat ini lebih dari sekali hingga gerhana berakhir atau hingga fajar.
Apa kata Rasulullah Muhammad SAW tentang gerhana?
Rasulullah bersabda, " Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang. Maka ketika kalian melihatnya, berdoalah kepada Allah dan salatlah hingga gerhana tersebut menghilang."
Diriwayatkan Abu Bakar:
Kami sedang bersama Rasulullah ketika matahari mengalami gerhana. Rasulullah berdiri sambil menyeret jubahnya hingga memasuki Masjid. Beliau memimpin salat dua rakaat hingga matahari (gerhana) menghilang. Kemudian Nabi (saw) bersabda, "Matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang. Maka setiap kali kalian melihat gerhana ini, berdoalah dan memohon (kepada Allah) hingga gerhana berakhir."
Daftar Rujukan :
- Terjemah Sahih Bukhari online Buku 18
- BBC.com
Penulis : Hj. Aida Ceha Binti KH. Moechammad Djaelani Al Hajar, S.PdI., M.Ag.