Menilik MBG Menurut Islam
Kenapa ada Program MBG (Makan Bergizi Gratis)?
Program MBG ada karena adanya masalah malnutrisi dan stunting di Indonesia, serta untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui gizi yang baik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memberdayakan UMKM. Program ini adalah wujud komitmen pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia tidak tertinggal karena gizi buruk dan perut kosong saat belajar.
Alasan utama adanya program MBG:
· Mengatasi Malnutrisi dan Stunting:
Program ini lahir dari data yang menunjukkan tingginya angka anak mengalami anemia, pola makan tidak sehat, dan kasus stunting di Indonesia, terutama pada kelompok rentan seperti anak sekolah, ibu hamil, dan balita.
· Meningkatkan Kualitas SDM:
Gizi yang baik sangat penting untuk perkembangan kognitif anak, memungkinkan mereka fokus belajar dan menyerap pengetahuan lebih baik. Dengan menyediakan makanan bergizi, program ini bertujuan mencetak generasi yang lebih cerdas dan sehat.
· Mendorong Pertumbuhan Ekonomi:
MBG juga bertujuan menggerakkan perekonomian lokal dengan melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), petani, serta nelayan dalam rantai pasokan makanan. Hal ini akan menciptakan lapangan kerja dan menstabilkan harga pangan.
· Implementasi Janji Kampanye:
Program MBG merupakan salah satu program unggulan dan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto, sebagai bentuk kehadiran negara untuk memastikan masyarakat mendapatkan kehidupan yang layak dan gizi yang memadai.
Bagaimana program ini dijalankan:
· Program ini akan dilaksanakan secara bertahap, diawasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemerintah daerah.
· Makanan akan disajikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG yang memenuhi standar gizi dan kebersihan.
· Menu makanan dirancang sesuai prinsip "Isi Piringku" untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, terutama bagi anak sekolah.
Makan Bergizi Menurut Islam
Makan bergizi menurut Islam adalah mengonsumsi makanan yang halal (diperbolehkan syariat) dan thayyib (baik, sehat, dan bergizi), dalam porsi yang wajar dan tidak berlebihan, dengan bersyukur kepada Allah SWT, serta menerapkan kebiasaan baik seperti makan perlahan dan bersih. Islam menganjurkan berbagai jenis makanan kaya nutrisi seperti buah-buahan, sayuran, madu, kurma, ikan, dan biji-bijian, dengan tetap mengutamakan keanekaragaman dan keseimbangan gizi.
Ayat Al-Qur'an tentang makan bergizi adalah Surat Al-Baqarah ayat 168 yang memerintahkan manusia untuk mengonsumsi makanan yang halal (baik zat maupun cara memperolehnya) dan "thayyib" (baik, sehat, tidak berlebihan, dan bermanfaat bagi tubuh).
“Ya ayyuhan-nasu kulu mimma fil-ardi halaalan tayyibaw wa la tattabi'u khuthuwatisy-syaithan, innahu lakum aduwwum mubin.”
Artinya : "Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal lagi baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.".
Ayat ini mendorong manusia untuk memilih makanan yang sehat dan tidak melampaui batas kebutuhan, yang juga sesuai dengan perintah Surat Al-A'raf ayat 31 untuk tidak berlebihan.
“ ... kuluu wasyrabuu wa laa tusrifu, innahuu laa yuibbal-musrifiin.
Artinya : "...makan dan minumlah dan janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan."
Prinsip Makan Bergizi dalam Islam
· Halal dan Thayyib:
Pilihlah makanan yang jelas kehalalannya (bukan babi, bangkai, atau darah) dan baik bagi tubuh (penuh nutrisi, tidak membahayakan).
· Makna Makanan "Halal" dan "Thayyib":
· Halal: Tidak haram dari segi zatnya (seperti babi atau bangkai) maupun cara memperolehnya (misalnya dari hasil korupsi).
· Thayyib: Makanan yang baik untuk tubuh, sehat, aman, dan tidak berlebihan.
· Tidak Berlebihan (Israf):
Konsumsi makanan dalam jumlah yang wajar sesuai anjuran Al-Qur'an, agar tubuh tetap sehat dan tidak menjadi sumber penyakit.
· Bersyukur:
Mengawali dan mengakhiri makan dengan doa dan rasa syukur kepada Allah atas karunia makanan yang diberikan.
· Kebersihan:
Menjaga kebersihan makanan dan lingkungan makan, termasuk mencuci tangan sebelum makan.
· Keseimbangan Gizi:
Mengonsumsi aneka ragam makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral untuk menunjang pertumbuhan dan fungsi tubuh.
Contoh Makanan dan Kebiasaan Makan yang Dianjurkan
· Makanan Sunnah:
Kurma, madu, dan minyak zaitun adalah contoh makanan yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadis, kaya akan nutrisi dan manfaat kesehatan.
· Anjuran Makanan Kaya Gizi:
Perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran segar, biji-bijian, ikan, dan susu.
· Cara Makan yang Baik:
Makan secara perlahan dan tenang, serta mengunyah makanan dengan sempurna untuk membantu proses pencernaan dan mencegah makan berlebihan.
· Membagi Porsi Perut:
Mengatur makanan, minuman, dan ruang kosong untuk bernapas dalam perut, sesuai dengan contoh Rasulullah SAW (sepertiga makanan, sepertiga minuman, sepertiga untuk napas).
Makanan yang Dilarang (Haram)
· Daging babi, bangkai, darah, dan khamr (minuman keras) .
· Hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah: (kecuali bangkai ikan dan belalang).
· Makanan yang diperoleh dari cara haram, seperti korupsi atau hasil curian. (*)
Referensi :
- BGN (Badan Gizi Nasional) : bgn.go.id
- Aplikasi Qur'an Digital Kemenag Edisi Revisi 2019.
Penulis : Hj. Aida Chomsah Binti KH. Muhammad Djaelani Al Hajar, S.PdI., M.Ag (Mahasiswi UKHAC PP. Amanatul Ummah Pacet- Mojokerto- Jatim).