Tiga Tokoh Pengibar Bendera Merah Putih Pertama Kali
Tokoh yang pertama kali mengibarkan bendera Merah Putih pada saat proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah Latief Hendraningrat dan Suhud Sastro Kusumo. Selain mereka, Surastri Karma (SK) Trimurti juga turut berperan dalam pengibaran bendera tersebut.
Berikut adalah peran masing-masing tokoh:
· Raden Mas Abdul Latief Hendraningrat:
Beliau adalah seorang prajurit PETA yang ditunjuk untuk mengibarkan bendera Merah Putih. Beliau juga berperan dalam mengamankan lokasi proklamasi dan mendampingi Soekarno-Hatta saat pembacaan teks proklamasi.
Beliau merupakan salah satu golongan muda yang ikut meyakinkan Soekarno untuk mempercepat pernyataan kemerdekaan. Selain menjadi pengibar bendera, Latief juga dipercaya dan ditugaskan untuk mengamankan lokasi pengibaran bendera (Jalan Pegangsaan Timur) dengan menempatkan anggotanya sebelum proklamasi dimulai. Dalam proses pengibaran, Latief berperan sebagai pengibar/pengerek tali, yang tadinya diposisikan pada SK Trimurti.
· Suhud Sastro Kusumo:
Tokoh kelahiran tahun 1920 ini merupakan sahabat dekat dari Latief. Menjelang hari proklamasi, beliau dan beberapa anggota Barisan Pelopor Jepang ditugaskan untuk menjaga keluarga Soekarno dari segala provokasi pada 14 Agustus 1945. Tepat pada tanggal 16 Agustus, Suhud kecolongan dengan peristiwa diculiknya Soekarno, karena ia tidak menaruh curiga pada golongan muda. Peristiwa ini merupakan awalnya terjadi peristiwa Rengasdengklok. Setelah Soekarno kembali, Suhud diminta untuk ikut serta dalam proses pengibaran bendera Merah Putih, dan ditugaskan untuk mempersiapkan tiang bendera, kemudian membentangkan Sang Merah Putih yang kemudian ditarik Latief.
Surastri Karma (SK) Trimurti:
Istri dari juru ketik proklamasi, Sayuti Melik ini adalah tokoh perempuan yang memiliki peran penting tak terlihat dalam momen pengibaran bendera Merah Putih. Beliau secara tidak langsung diketahui menjadi pengibar bendera. Meski awalnya dipilih untuk mengerek bendera, peran tersebut berubah setelah Soekarno membacakan teks proklamasi dan memberi usul agar tugas ini dilakukan oleh prajurit.
Akhirnya, Latief dan Suhud lah yang mengibarkan bendera pada 17 Agustus 1945. Fenomena ini dicerminkan dalam upacara bendera di sekolah, dengan 2 anak laki-laki dan 2 perempuan yang membentangkan bendera sebagai bagian penting dari paskibra.
Ketiga tokoh hebat ini, Latief, Suhud, dan SK Trimurti tidak hanya mengibarkan sehelai kain berwarna Merah Putih. Di bawah lipatan bendera, mereka mengibarkan impian, hasrat, dan tekad seluruh bangsa Indonesia. Kisah ketiga tokoh ini mengingatkan bahwa perjuangan muncul dari visi, keberanian, dan semangat bersama dalam meraih kemerdekaan yang menjadi hak setiap negara. (*)
Rewrite : Hj. Aida Ceha, S.PdI., M.Ag
Daftar Kajian :
Ruangguru.com
Tempo.co
Wikipedia