Senin, 2 September 2013, 08:56 – Kankemenag
Prosesi Kitab Suci Warnai Pembukaan BKSN tingkat Paroki MBC

Bajawa (Inmas) – Prosesi Kitab Suci ini mengambil rute dari pastoran Paroki Mater Boni Consilii (MBC) menuju altar Gereja MBC pada perayaan Misa II, Minggu, 1 September 2013. Kitab Suci yang dibawa oleh seorang misdinar itu kemudian ditahtakan pada tempatnya oleh Rm. Daniel Aka, Pr yang bertindak sebagai imam yang mempersembahkan misa kudus. Misa II yang dimulai pada pukul 08.00 WITA itu dihadiri oleh umat paroki MBC yang memenuhi ruangan Gereja yang sementara dipugar ini.

Dalam kotbahnya, Romo Dan, demikian ia dipanggil, meminta kepada umat yang hadir para perayaan Misa tersebut untuk senantiasa memiliki sikap rendah hati sebagai mana yang diminta oleh Tuhan Yesus sendiri. Dengan mengambil inspirasi dari Injil Luk. 14: 1, 7-14 secara khusus dalam ayat 8 sampai 11 yang berbunyi: “Kalau engkau diundang ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan. Sebab mungkin ada undangan yang lebih terhormat daripadamu. Jangan-jangan orang yang mengundang engkau dan tamu itu datang dan berkata kepadamu, Berikanlah tempat itu kepada orang ini. Lalu dengan malu engkau harus pergi pindah ke tempat yang paling rendah. Tetapi apabila engkau diundang, duduklah di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu, Sahabat, silakan duduk di depan. Dengan demikian engkau akan mendapat kehormatan di mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan,” Romo Dan meminta kepada segenap umat untuk semakin rendah hati sekaligus memberi nasihat agar orang melakukan segala perbuatan baik tanpa pamrih duniawi. Orang yang melakukan perbuatan baik tanpa pamrih adalah orang-orang yang tulus hati.

Di akhir khotbahnya ketua Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (Yasukda) ini meminta kepada semua umat agar di bulan Kitab Suci ini umat semakin mendekatkan diri dengan Sabda Allah. Beliau menandaskan supaya setiap umat Katolik musti mampu menjadikan BKSN sebagai momen untuk semakin mencintai Kitab Suci dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Paling kurang perikop Kitab Suci yang ditentukan setiap hari menjadi bahan bacaan dan permenungan harian,” kata beliau.

Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) tahun 2013 ini bertemakan Keluarga Bersekutu Dalam Sabda. Tema tersebut merupakan bagian dari tema umum yang disepakati oleh segenap delegatus Kitab Suci se – keuskupan di Indonesia yakni “Kitab Suci dalam Keluarga” dalam Pertemuan Nasional Kitab Suci yang dilaksanakan di Wisma Samadi, Klender, Jakarta Timur, 1-5 Agustus 2012. Tema Kitab Suci dalam Keluarga merupakan fokus kerasulan Kitab Suci selama empat tahun (2013-2016). Melalui tema ini diharapkan setiap keluarga bisa bertumbuh dalam iman berkat permenungan dan penghayatan akan Sabda Allah yang tertulis dalam Kitab Suci.***(yonsch)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.111340 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.54
Jumlah pengunjung: 736565
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.