Senin, 29 Juli 2013, 14:21 – Bidang Haji & Umroh, Bidang Pendidikan Kristen, Kankemenag
Pagu Anggaran Sementara 2014 Turun

Kupang (Inmas) — Rapat pemantapan Pagu Anggaran Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2014 yang dipimpin oleh Plh Kabag Tata Usaha, Maksen J. Nope, S.Th, berlangsung di aula II Kanwil, Senin (29/7)

Dalam rapat yang dihadiri oleh para kepala bidang/pembimbing dan para kasubbag di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT ini, Kasubbag Perencanaan dan Keuangan, Reginaldus S.Serang, S.Fil, M.Th, memaparkan hasil sementara penyusunan anggaran untuk tahun 2014 untuk keseluruhan Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT. Beliau mengatakan bahwa berdasarkan pagu anggaran yang dikeluarkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 258/MK.02/2013 tanggal 17 Juli 2013, Anggaran untuk Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT mengalami penurunan sebesar 6,29% atau sebesar 34 M pada program Sarana Prasarana, Program Bimas Islam, Program Bimas Kristen, dan Program Bimas Hindu. Sedangkan Program Dukungan Manajemen, Program Pendidikan Islam, Program Bimas Buddha, Program Haji dan Umrah sedikit mengalami penambahan. Khusus pada Program Bimas Katolik mengalami penambahan untuk belanja pegawai dan RKP, sedangkan kegiatan prioritas TUSI pada bidang urusan dan pendidikan mengalami penurunan yang signifikan.

“Ini memang masih pagu anggaran, mudah-mudahan akan ada penambahan pada Pagu Alokasi Anggaran atau Pagu Definitif nanti,” katanya

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa untuk menghindari pemblokiran setiap usulan program, kegiatan dan anggaran harus didukung dengan data-data yang valid serta berkaitan langsung dengan usulan. Misalnya, untuk kebutuhan belanja pegawai (gaji) harus di dukung data pegawai pada masing-masing program sesuai bidang/seksi/pembimas/penyelenggaran/pembimbing, Pemisahan antara urusan dan Pendidikan serta memperhitungkan kenaikan gaji 6% dan gaji ke 13. Selain itu, TOR/KAK dan RAB harus disusun untuk semua kegiatan yang disediakan anggarannya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa rencana lokasi pelaksanaan kegiatan harus benar-benar matang. Karena tidak akan bisa lagi direvisi seperti sebelumnya. Ini disebabkan oleh karena adanya keterikatan perjalanan kegiatan dimaksud dengan akun-akun belanja yang sudah di tetapkan seperti: 524111, 524113, 524114, 524119.

“Sejak awal lokasi kegiatan harus sudah ditentukan,” tandasnya.

Di akhir pemaparannya, mantan kepala seksi pendidikan agama katolik kantor kementerian agama kabupaten Manggarai ini mengharapkan agar setiap bidang segera mengusulkan rencana kerja serta data-data pendukungnya untuk dikoordinasikan lebih lanjut dengan eselon I di Jakarta. (Elf)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.223027 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 681597
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.